Jumat, 18 Desember 2015

Lombok's Journey : Cantiknya Underwater GIli Layar dan Dermaga Gili Rengit

19 Februari 2015

Long weekend kali ini saya memutuskan untuk ikut teman melali saya ke pulau Lombok. Ini pertama kali saya mengunjungi pulau tetangga Bali ini. Dengan dipimpin Ayyiex, berangkatlah kami berenam menuju Lombok dengan menggunakan sepeda motor. Tarif penyeberangan dari Pelabuhan Padang Bay ke Pelabuhan Lembar Rp 125.000 per motor,karena berboncengan, ongkosnya bisa ditanggung berdua. Sekitar jam 8.00 wita, kami sampai di Pelabuhan Lembar setelah sekitar 5 jam terombang ambing di selat Lombok.


Sunrise Selat Lombok
Enaknya berangkat malem ini nih, jadi bisa liat sunrise di Selat Lombok


Kami langsung berangkat menuju Sekotong untuk selanjutnya menyebrang ke Gili Layar. Ada dua gili yang akan kami eksplor, Gili Layar dan Gili Rengit . Sebelumnya Ayyiex (anggaplah dia ketua rombongan trip) sudah membuat janji dengan Kak Duta. Bukan, bukan vokalis Sheila On 7 itu, Kak Duta ini ketua Backpacker Indonesia regional Lombok. Selain dia masih ada beberapa rombongan lagi yang akan menyebrang ke Gili Layar bersama - sama.







Menyeberang ke Gili Layar
 Tuh yang paling depan yang namanya Ayyiex


Gili Layar memang belum seterkenal Trio Gili yang ada di sisi Utara itu, tapi kabarnya pantai dan terumbu karangnya tidak kalah cantik dibanding Trio Gili itu. Dan karena belum terkenal, maka ongkos nyebrangnya pun murah. Kami saat itu hanya membayar Rp 250.000 per perahu untuk perjalanan ke kedua gili hingga kembali ke sekotong. Satu perahunya berkapasitas hingga 10 penumpang, jadi saya hanya perlu membayar Rp 25.000 .

Menyebrang ke Gili Layar tidak membutuhkan waktu lama, tidak sampai setengah jam kami sudah sampai di pantai cantik Gili Layar. Pantainya yang berpasir putih masih bersih karena memang belum banyak wisatawan yang mengunjunginya. Hanya ada satu cottage di sini dan itupun belum sepenuhnya beroperasi. Gili Layar tidak terlalu besar walau memang bakal ngos – ngosan juga kalau jalan kaki mengitarinya. Di sini ada bukit yang disebut puncak bohay oleh Ayyiex yang cocok untuk kemping. Sunrise dan Sunset keduanya bisa disaksikan dari puncak bukit.






Saya yang memang bawaannya suka ga tahan kalau udah liat laut , langsung aja nyemplung. Underwater Gili Layar memang tidak mengecewakan. Terumbu karang dan ikan di sini cukup banyak jenisnya. Sayangnya ada beberapa terumbu karang yang telah rusak akibat terkena bom ikan. Arus di sini cukup menguras tenaga, sehingga harus berhati – hati agar tidak kelelahan dan terseret arus. Ini saya rasakan sendiri, soalnya saya dan ayyiex sama – sama bego renang ngelawan arus, akibatnya kami berdua sama – sama kecapekan, untung ga sampai keseret arus.


Kami berada di Gili Layar hingga waktu makan siang. Beres makan siang, kami lanjut menuju Gili Rengit yang berjarak hanya 10 menit dari Gili Layar. Gili Rengit lebih teduh daripada Gili Layar yang cenderung gersang. Dan masalah di sini juga sama dengan Gili Layar, nyamuknya naudzubilillah banyaknya. Jadi daripada saya makin menderita karena nyamuk – nyamuk nakal, mending saya langsung maen air aja. Underwater Gili Rengit tidak terlalu istimewa. Masih kalah dibandingkan Gili Layar. Tapi asyiknya, di sini ada dermaga yang tidak terpakai. Cocok dipakai lompat – lompatan karena lumayan tinggi, sekitar 4 meter.

Sensasi terjun ke dalam air dari ketinggian memang menyenangkan. Awalnya takut, terutama waktu liat kebawah, tapi setelah melompat jadi ketagihan. Lucunya ada mbak – mbak yang dari awal datang udah mau lompat, tapi ga jadi – jadi. Sampe sore mau pulang baru akhirnya dia lompat.



Well, itu aja untuk hari pertama, berhubung saya sudah ngantuk, untuk hari berikutnya lanjut di lain hari aja. See ya gaes
(Bersambung : Lombok's Journey part 2 : Merasakan Dinginnya Air Terjun Benang Kelambu yang Menakjubkan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar