Jumat, 18 Desember 2015

Lombok's Journey part 2 : Merasakan Dinginnya Air Terjun Benang Kelambu yang Menakjubkan

20 Feb 2015

Foto sama Mamak
Mirip kan Mamak sama Bu Susi?

Selama berada di Lombok, kami menginap di rumah singgah. Rumah singgah ini berada di Jalan Sriwijaya , Mataram. Nama perumahan dan nomor rumahnya saya lupa, yang ingat Cuma masuk jalan masuk perumahannya ada di sebelah Alfamart. Selain untuk beristirahat, para pejalan juga biasa mengunjungi rumah singgah untuk mencari informasi, baik tempat wisata, akses menuju ke sana hingga menanyakan makanan khas. Mamak ( pemilik rumah singgah ) yang kayaknya udah hafal Lombok luar dalam akan dengan senang hati berbagi informasi. Oh, ya, waktu pertama ketemu mamak , wajahnya mengingatkan saya sama Bu Susi , menteri kelautan kita, hehehe. Satu lagi, saat datang ke rumah singgah, kita diwajibkan untuk isi buku tamu. Dan saat pulang, wajib ngisi album yang berisi foto dan biodata serta kesan pesan kita selama berada di Lombok.



Hari ini Ayyiex mengajak untuk mengunjungi air terjun yang paling terkenal di Lombok, air terjun Benang Kelambu. Lokasinya sekitar 30 km dari kota Mataram, tepat di kaki Gunung Rinjani. Jalur yang bisa ditempuh dengan melalui Narmada-Sedau-Teratak hingga Desa Air Berik. Sebenarnya hanya butuh waktu 1 jam untuk sampai sana, tapi saat itu saya lagi apes. Ban motor saya bocor, dan sialnya tidak ada tambal ban tubeless di sana. Saya jadi terpaksa membeli ban dalam supaya bisa melanjutkan perjalanan.

Perjalanan Menuju Air Terjun Benang Kelambu
Perjalanan Menuju Air Terjun Benang Kelambu
Saat kami tiba, kami langsung diarahkan untuk menuju pusat informasi. Pengunjung air terjun diwajibkan menggunakan jasa guide. Kami saat itu membayar Rp 160.000 untuk jasa guide. Untuk menuju lokasi air terjun disarankan menggunakan sepeda motor, karena lokasinya yang cukup jauh dari pintu masuk. Jika tidak membawa sepeda motor, pengunjung bisa menggunakan jasa tukang ojek yang ada di sana. Untuk tarifnya, saya tidak tahu karena saat itu saya menggunakan motor pribadi. Medan yang dilalui untuk menuju air terjun cukup berat, jalannya tanah menanjak dan menurun. Pastikan motor dalam kondisi prima kalau tidak ingin mogok di tengah jalan. Setelah kita sampai di tempat parkir, kita masih harus berjalan kaki lagi untuk menuju air terjunnya. Perjalanannya cukup melelahkan namun akan terbayar dengan keindahan dan sejuknya air terjun yang telah menunggu di sana.

air terjun benang kelambu
Pantang Pulang Sebelum Selfie
Tingkat terendah benang kelambu
Si Chubby Manis ini namanya Rara
Saya terkagum - kagum saat pertama kali melihat air terjun Benang Kelambu. Sesuai namanya , bentuknya memang menyerupai kelambu yang menjuntai. Air terlihat keluar dari balik rimbunnya tumbuhan. Jika diperhatikan, terdapat tiga tingkat di Benang Kelambu, dengan tingkat paling tingginya mencapai 30 meter. Pengunjung yang ingin berenang atau bermain air bisa berenang di kolam dekat air terjun. Ini karena di bawah air terjun tidak terdapat cekungan, hanya berupa sungai dangkal berbatu yang kedalamannya hanya semata kaki saya.

Air Terjun Benang Setokel
Air Terjun Benang Setokel
Selain Air Terjun Benang Kelambu, sebenarnya masih ada air terjun lain di lokasi ini. Total ada 7 air terjun. Namun saya hanya ingat 2 air terjun, Benang Kelambu dan Benang Setokel. Dalam bahasa lokal, benang setokel berarti “seikat benang”. Dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai benang yang diikat. Lokasi benang setokel ini sendiri lebih dekat daripada benang kelambu. Untuk mencapainya hanya perlu berjalan kaki sejauh kurang lebih 500m dari pintu masuk. Air terjun Benang Setokel terdiri dari 2 air terjun yang ketinggian mencapai 20m. Di bawah air terjun terdapat cekungan yang cukup dalam sehingga memungkinkan kita berenang menikmati dinginnya air . Di dekat Air terjun Benang Setokel, terdapat air terjun lain yang memungkinkan kita untuk melakukan cliff jump. Ketinggiannya sekitar 7 meter, cukup untuk memacu adrenalin kita.
Air terjun Sekitar Benang Kelambu dan Benang Setokel

Air terjun Sekitar Benang Kelambu dan Benang Setokel

Air terjun Sekitar Benang Kelambu dan Benang Setokel
Air terjun lainnya yang alhamdulillah saya lupa namanya



Saat itu sebenarnya Ayyiex yang memang maniak ketinggian ingin melompat, namun sayangnya cuaca buruk tiba – tiba datang. Hujan yang deras dan lama merubah air yang semula bening menjadi keruh coklat. Cukup lama kami terjebak hujan hingga akhirnya tiga orang dari kami memutuskan untuk berbasah basah menembus hujan mengambil ponco untuk para cewek. Yah daripada menunggu hujan yang tidak kunjung reda, mending sekalian basah saja. Akhirnya, segelas kopi panas dan popmie hangat menutup perjalanan kami hari ini. (Bersambung :Menyusuri pesisir utara Lombok dan Kain Tenun Desa Pringgasela)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar